GUNUNGSITOLI – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nias terus berkomitmen meningkatkan kapasitas para sukarelawannya. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya Workshop Relawan PMI Kabupaten Nias yang resmi dibuka pada Selasa (10/03/2026).
Acara pembukaan yang berlangsung di Kantor Basarnas Nias, Ononamolo Lot I, Gunungsitoli Selatan ini, dihadiri langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Nias, Antonius S. Zai. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 10 hingga 11 Maret 2026.
Sinergi Strategis dengan Basarnas
Kepala Basarnas Nias yang diwakili oleh Kepala Seksi SDM Basarnas Nias, Revinus Bangun, SH, menyambut hangat kehadiran para peserta workshop di markas mereka. Dalam sambutannya, beliau menegaskan kesiapan Basarnas untuk mendukung penuh setiap langkah kemanusiaan yang diambil oleh PMI.
"Kami sangat menyambut baik kegiatan workshop dan pelatihan seperti ini. Basarnas Nias siap mendukung penuh kegiatan PMI Kabupaten Nias, terutama dalam misi-misi kemanusiaan. Sinergi antara relawan dan tenaga teknis di lapangan adalah kunci keberhasilan pertolongan," ujar Revinus.
Sasar Relawan dan Pengurus PMR Wira
Workshop ini tidak hanya diikuti oleh anggota korps sukarela (KSR) PMI, tetapi juga melibatkan unsur pendidikan menengah. Peserta terdiri dari:
- Relawan PMI Kabupaten Nias.
- Guru Pembina PMR Wira.
- Pengurus PMR Wira tingkat SLTA binaan PMI Kabupaten Nias.
Ketua PMI Kabupaten Nias, Antonius S. Zai, dalam arahannya menekankan bahwa ilmu yang didapat selama dua hari ini harus menjadi bekal nyata saat terjun ke masyarakat.
"Workshop ini dirancang agar para relawan dan adik-adik PMR Wira memiliki kesiapan mental dan teknis yang lebih matang. Harapan kita, pelatihan ini benar-benar bermanfaat untuk menolong sesama dan memperkuat jejaring kemanusiaan di wilayah Kabupaten Nias," tegas Antonius.
Fokus pada Kesiapsiagaan
Selama kegiatan, para peserta akan dibekali materi mengenai manajemen relawan, teknik pertolongan pertama, hingga koordinasi lapangan dalam situasi darurat. Pemilihan lokasi di Kantor Basarnas juga dimaksudkan agar para peserta lebih mengenal alur koordinasi dengan lembaga pencarian dan pertolongan (SAR) saat terjadi bencana atau musibah di daerah.
Kegiatan hari pertama terpantau berjalan dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang mulai mendalami materi teori sebelum berlanjut ke simulasi pada hari kedua.