GIDO, KABUPATEN NIAS – Menindaklanjuti permintaan resmi dari pihak sekolah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nias melaksanakan pemeriksaan golongan darah bagi 65 siswa-siswi SMP Negeri 4 Gido di Desa Lahemo, Kecamatan Gido, pada Sabtu (28/02/2026).
Kegiatan jemput bola ini merupakan bagian dari program kerja unit Palang Merah Remaja (PMR) SMPN 4 Gido yang bertujuan untuk melengkapi basis data kesehatan siswa. Tim PMI dipimpin langsung oleh Kepala Markas, dr. Vincensius K. Zai, didampingi tenaga teknis Alex Twoman Ndruru, A.Md.Kep.
Kepala SMP Negeri 4 Gido, Kurnia Fa'ahakhododo Telaumbanua, S.Pd., menjelaskan bahwa permintaan pemeriksaan ini diajukan agar setiap siswa memiliki data medis yang akurat sejak dini.
"Kami yang meminta kehadiran tim PMI karena kami sadar bahwa banyak siswa kami yang belum mengetahui golongan darahnya. Ini adalah langkah preventif jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat, sekaligus memenuhi kelengkapan administrasi siswa," ungkap Kurnia.
Pembina PMR SMPN 4 Gido, Pinter Haryupan Waruwu, S.Pd., menambahkan bahwa inisiatif ini muncul dari diskusi internal unit PMR yang ingin memberikan dampak nyata bagi rekan sejawat di sekolah.
"Kami berinisiatif menghubungi PMI agar edukasi PMR tidak hanya sebatas teori di kelas. Respon PMI sangat cepat dalam menanggapi permohonan kami," ujar Pinter.
Ketua PMR SMPN 4 Gido, Murni Wati Waruwu, mengaku bangga karena usulan dari organisasi yang dipimpinnya dapat terealisasi dengan baik.
"Kami berterima kasih kepada kepala sekolah dan pembina yang telah menyetujui usulan kami untuk mendatangkan PMI. Teman-teman sangat antusias karena sekarang mereka tahu golongan darah masing-masing secara resmi," kata Murni.
Ketua PMI Kabupaten Nias, Antonius S. Zai, memberikan apresiasi tinggi terhadap proaktifnya pihak SMPN 4 Gido. Meski tidak hadir di lokasi, beliau menyampaikan pesan khusus mengenai pentingnya kesadaran sekolah seperti ini.
"Saya sangat mengapresiasi pihak sekolah yang sudah berinisiatif meminta layanan ini. Ini menunjukkan kesadaran yang luar biasa akan pentingnya data golongan darah. Kami di PMI akan selalu siap mendukung institusi pendidikan yang ingin membangun database pendonor potensial sejak usia remaja," tegas Antonius.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Lahemo ini berjalan tertib dan diakhiri dengan penyerahan hasil pemeriksaan kepada masing-masing siswa sebagai pegangan data kesehatan pribadi.